Home » » Masalah Tawassul Dalam Do'a ( Bag.1 )

Masalah Tawassul Dalam Do'a ( Bag.1 )

Written By Altri Ramadoni on 16 April 2015 | 01:20



A. Pengertian Tawassul

Dalam buku i'tiqad Ahlussuna wal jamaah karangan K.H Sirajuddin Abbas menguraikan penertian Tawassul yaitu "Mengerjakan sesuatu amal yang dapat mendekatkan diri kita kepada Tuhan". didalam Alqurn surat Al Maidah ayat 35 dijelaskan bahwa :
"Hai orang orang yang beriman ! patuhlah kamu kepada Allah, dan carilah jalan yang mendekatkan kepadaNya dan berjuanglah dijalan Allah , supaya kamu menjadi orang yang beruntung"

Dalam ayat ini ada 3 hukum yang dapat dikeluarkan :
1. Kita wajib patuh (Ta'at) kepada Allah swt.
2. Kita disuruh mencari jalan yang mendekatkan diri kta kepadaNya.
3. Kita disuruh berjuang (perang) dijalan Allah.

Contoh contoh doa dengan bertawassul :
  1. Kita datang kepada Nabi atau kepada seorang ulama yang dianggap mulia dan dikasihi Tuhan, lalu kita katakan kepada beliau : Saya akan memohon ini kepada Tuhan , tetapi saya hara pula tuan Guru mendoakan kepada Allah bersama saya, supaya permintaan saya dikabulkanNya. Lalu kedua orang itu mendo'a.
  2. Kita berdoa kepada Allah dengan membawa nabi Muhammad yaitu dengan kemuliaannya agar Allah mengabulkan doa kita seperti doa yang beliau ajarkan.
Contoh yang pertama ini dinamakan "Tawassul dengan doa" sedangkan yang kedua dinamakan "Doa dengan Tawassul. kedua hal itu sepintas terlihat sama namun keduanya berbeda, dan hal yang dapat kita simpulkan bahwa keduanya itu adalah boleh dan adalah sunnah nabi Muhammad saw.

B. Tanya Jawab Seputar Tawassul

Adapun beberapa tanya jawab tentang tawassul ini yang mana ada sebagian orang yang sangat mudah mencaci orang lain, membid'ahkan bahkan mengkafirkan yang tidak sepaham dengan mereka. diantaranya adalah dalam perihal Tawassul ini. adapun Bantahan dan Jawaban atas bantahan mereka akan coba saya jelaskan pada pembahasan dibawah ini :

1. Gugatan Pertama 
Ada mereka yang berpendapat bahwa Tawassul adalah syirik mereka mengajukan dalil yaitu :
"Hanya kepada Engkau Kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan" (QS : Al Fatihah :5 )
Dengan berdasarkan ayat ini mereka berkata "apakah orang yang mebolehkan Tawassul tidak membaca ayat ini.? apakah mereka tidak shalat lima waktu.? apakah tidak jelas dalam Alquran ini bahwa yang disembah hanyala Allah swt.? bukan Nabi, bukan ulama, bukan yang lain lain.

Jawaban :
semua orang islam membaca ayat ini ketika shalat lima waktu. tetapi soalnya dalam hal ini adalah dalam memberikan arti ayat itu "Hanya kepada Engkau Kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan", ini sepakat, namun Tawassul bukanlah menyembah selain Allah, bukan menyembah nabi serta tidak pula menyembah wali dan lain lain. yang disembah hanyalah Allah saja.

Perhatikan Do'a dengan Tawassul yang diucapkan Nabi, sahabat, dan para ulama, semua dimulai dengan kalimat "Ya Allah" !! seperti doa yang dilakukan oleh Umar Bin Khatab r.a  yang berbunyi :
"Ya Allah, kami bertawassul dengan paman Nabi-Mu , turunkanlah hujan Ya Allah". Nah apakah dalam doa ini terselip pengertian menyembah kepada selain Allah.? dalam hal ini adalah umar berdoa kepada Allah dengan membawa paman Nabi yaitu Saidina Abbas. hal yang perlu dicermati disini adalah Umar TIDAK MEMINTA DOA KEPADA ABBAS melainkan BERDOA KEPADA ALLAH DENGAN MEMBAWA SAIDINA ABBAS..!!

Sebagian orang mencoba coba mengubah arti dari hadist ini dengan mengatakan bahwa Umar datang kepada Abbas lalu meminta agar Abbas berdoa kepada Allah. hal ini tidak benar, coba baca bunyi do'anya. "Allahumma" artinya YA ALLAH. jadi umar lah yang berdoa kepada Allah dengan membawa kemuliaan dari paman Nabi Saidina Abbas. dan hal ini lah yang dinamakan dengan Ad Dhu'a bi Tawassul.

2. Gugatan Kedua

Ada juga orang yang berkata : " Tuhan menyatakan terang terangan dalam Alquran bahwa umat Islam dilarang memohon kepada orang lain bersama sama dengan memohon kepada Allah yaitu firmnnya :

"Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah" ( Al Jin : 18 )

Lihatlah, kata mereka, dalam ayat ini dilarang menyeru kepada selain Allah bersamaan dengan menyembah Allah. dan orang orang yang bertawassul itu berarti menyeru kepada yang lain bersama dengan menyeru kepada Allah.
Jawaban :

Jawaban kita sama saja dengan jawaban yang pertama, bertawassul bukan Menyembah kepada selain Allah. dalam hal ini adalah yaitu makna "Do'a" dalam ayat ini adalah "MENYEMBAH" atau "MEMUJA" bukan memanggil, kalau diartikan memanggil maka terlaranglah memanggil siapapun juga didalam mesjid, padalah dalam shalat kita selalu membaca tahiyat yaitu : "Salam kepadamu, Hai Nabi" . maka penjelasan dari surat Al Jin ayat 18 diatas adalah  jangan kamu menyembah kepada selain Allah.

Bersambung ke Bag. 2



Share this article :
Ditulis oleh: Altri Ramadoni Fisika Islam Updated at : 01:20

0 komentar:

Post a Comment

 
Support : Kontak | Privasi | Tentang
Copyright © 2017. Fisika Islam - All Rights Reserved
Temukan Kami di Facebook @ Fisika Islam