Home » » Rotasi Bumi Melambat Satu Detik ( Detik Kabisat )

Rotasi Bumi Melambat Satu Detik ( Detik Kabisat )

Written By Altri Ramadoni on 8 January 2015 | 01:39



Sekelompok ilmuwan dari Pusat Pemantauan Bumi dan International Earth Rotation Service yang berbasis di Paris mengumumkan bahwa tahun ini akan terjadi detik kabisat. Ini terjadi karena adanya pelambatan rotasi bumi yang terjadi secara berkala.

Akibat kejadian itu, tahun 2015 ini penghuni planet bumi akan mendapatkan tambahan ekstra satu detik khususnya pada tanggal 30 Juni mendatang. Jika selama ini satu menit itu 60 detik, maka pada tanggal tersebut, satu menitnya adalah 61 detik.

Bagaimana hal ini bisa menjadi perhatian serius, padahal hanya beda satu detik saja? Ternyata, meskipun hanya satu detik, hal ini bisa memicu kekacauan jaringan internet dunia.
Lewat laporannya, detik kabisat ini akan bertambah tepatnya pada pukul 11:59:60 PM untuk Waktu Universal Terkordinasi atau UTC time dimana akan ditambahkan ekstra satu detik untuk mencapai keselarasan antara waktu bumi dan waktu atom yang paling akurat. Waktu atom inilah yang juga digunakan dalam transaksi elektronik.
 











Penambahan detik ini diperlukan karena rotasi bumi secara berkala mengalami pelambatan sehingga harus ada keselarasan antara kedua sistem waktu tersebut. Caranya dengan menyisipkan satu detik ke dalam kalender karena diperlukan untuk memelihara standar waktu supaya cocok dengan kalender sipil yang ditentukan berdasarkan pengamatan astronomi.

Nick Stamatakos, Kepala Parameter Orientasi Bumi di Observatorium Angkatan Laut AS, menjelaskan, planet bumi sebenarnya mengalami pelambatan rotasi secara berkala. Peristiwa tahun ini merupakan yang ke 26 kalinya sejak kali pertama ditambahkan detik secara berkala pada tahun 1972.

Detik kabisat, diperlukan untuk membantu waktu bumi sehingga bisa mengejar waktu akurat yang ditunjukan waktu atom. "Bumi melambat sedikit, untuk membuatnya tetap sinkron, maka sesekali waktu bumi harus ditambah, biasanya pada tanggal 30 Juni atau pada tanggal 31 Desember," ujarnya.

Keputusan tersebut ditempuh setiap kali waktu bumi berada lebih lambat sekitar setengah detik. Sehingga sebagai gantinya harus ada penambahan setengah detik lebih cepat. Namun, penambahan tersebut, bisa jadi memberikan dampak buruk pada jaringan internet dunia.

"Mereka menambahkannya untuk sesuatu yang disebut UTC atau Cordinated Universal Time, untuk memastikan tingkat UTC sama dengan waktu atom. Oleh karena itu tanggal 30 Juni akan ada 86.401 detik bukan 86.400 detik," jelasnya.

Hal ini pula yang terjadi pada tahun 2012 lalu. Sistem komputer 'bingung' menerjemahkan perubahan waktu tersebut dan menyebabkan lonjakan aktivitas pada server tertentu. Sejumlah perusahaan semisal Reddit, Yelp, LinkedIn melaporkan bahwa sistem mereka crash. Untuk mengatasinya, perusahaan besar semisal Google telah melakukan langkah antisipatif. Mereka menambahkan sepersekian detik selama tahun sebelumnya sehingga mereka tidak perlu membuat penyesuaian tiba-tiba.

Namun, sejumlah negara termasuk AS mendukung untuk mengubah hal itu. Mereka mendukung untuk menyingkirkan terjadinya detik kabisat meskipun dampaknya akan ada ketidakselarasan penunjuk waktu.
Hal ini terjadi karena ketidakselarasan itu pasti akan terjadi. Apakah itu dalam hitungan detik, menit maupun jam. Dan mustahil untuk menyelaraskannya tanpa ada konsekuensi bencana.

Tanpa detik kabisat, maka akan ada perbedaan waktu bumi dan waktu atom sekitar 2 hingga 3 menit di tahun 2100 dan akan ada perbedaan setengah jam pada tahun 2700. Sementara negara lainnya, semisal inggris, ingin tetap ada detik kabisat untuk menyelaraskan keteraturan tertentu semisal yang ditujukan dalam Greenwich Mean Time (GMT) atau waktu saat matahari melintasi meridian Greenwich.

Isu ini sekarang tengah diperbincangkan oleh Majelis Komunikasi Radio dan hasilnya akan diputuskan dalam Konferensi Komunikasi Radio Dunia. Jika resmi diputuskan tak perlu ada detik kabisat, maka ini mungkin akan menjadi terakhir kalinya dimana jumlah detik dalam satu tahun mencapai 31.536.001. (*)
Sumber : CNN, Dailymail, ABC


Share this article :
Ditulis oleh: Altri Ramadoni Fisika Islam Updated at : 01:39

0 komentar:

Post a Comment

 
Support : Kontak | Privasi | Tentang
Copyright © 2017. Fisika Islam - All Rights Reserved
Temukan Kami di Facebook @ Fisika Islam