Home » » Peran, Prosedur dan Implementasi Model Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013 Untuk SMP

Peran, Prosedur dan Implementasi Model Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013 Untuk SMP

Assalamu'alaikum pembaca semuanya, kali ini kita akan membahas mengenai Peran, Prosedur dan Implementasi Model Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013 Untuk SMP. Postingan ini merupakan salah satu judul tugas mata kuliah S2 tentang pengembangan model pembelajaran. Bagi Pembaca semuanya yang membutuhkan ini sebagai refernesi jangan lupa untuk mencantumkan sumbernya. Untuk mendownload makalah lengkapnya silakan download DISINI. Semoga bermanfaat.

BAB II
KAJIAN TEORI

A. Peran model pembelajaran sesuai kurikulum 2013
Kurikulum dan pembelajaran merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Sebagai suatu rencana atau program, kurikulum tidak akan bermakna manakala tidak diimplementasikan dalam bentuk pembelajaran. Demikian juga sebaliknya, tanpa kurikulum yang jelas sebagai acuan, maka pembelajaran tidak akan berlangsung secara efektif.

Kurikulum memiliki dua sisi yang sama pentingnya yakni kurikulum sebagai dokumen dan kurikulum sebagai implementasinya. Sebagai sebuah dokumen kurikulum berfungsi sebagai pedoman bagi guru dan kurikulum sebagai implementasi adalah realisasi dari pedoman tersebut dalam kegiatan pembelajaran. Guru merupakan salah satu faktor penting dalam implementasi kurikulum. 

Dalam Kurikulum 2013, proses pembelajaran dirancang berpusat pada peserta didik (student centered active learning), tidak lagi berpusat pada guru (teacher centered learning). Selain itu, sifat pembelajaran yang kontekstual artinya, guru tidak hanya beracuan pada buku teks saja tetapi juga harus mampu mengkaitkan materi yang disampaikannya secara kontekstual.

Dalam proses pembelajaran terdapat istilah model pembelajaran yang memiliki arti sebagai bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dari pengertian umum tentang model pembelajaran tadi dapat dipahami bahwa model pembelajaran sangat penting dalam proses belajar mengajar. 

Model pembelajaran memiliki peranan yang cukup besar terhadap proses belajar mengajar. Misalnya dapat digunakan oleh guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Salah satu masalah dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa.

Model pembelajaran terpadu merupakan salah satu model implementasi kurikulum yang cocok untuk diaplikasikan IPA SMP dan sederajat. Model pembelajaran ini pada hakikatnya merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik baik secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip secara holistik dan otentik (Depdikbud, 1996:3) 

Pembelajaran ini merupakan model yang mencoba memadukan beberapa pokok bahasan. Melalui pembelajaran IPA  terpadu, peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan menerapkan konsep yang telah dipelajarinya. Dengan demikian, peserta didik terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari secara menyeluruh (holistik), bermakna, otentik dan aktif. Cara pengemasan pengalaman belajar yang dirancang guru sangat berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman bagi para peserta didik. Pengalaman belajar yang lebih menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual akan menjadikan proses belajar lebih efektif. Kaitan konseptual yang dipelajari dengan sisi bidang kajian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang relevan akan membentuk skema kognitif, sehingga anak memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. Perolehan keutuhan belajar IPA, serta kebulatan pandangan tentang kehidupan, dunia nyata dan fenomena alam hanya dapat direfleksikan melalui pembelajaran terpadu.

Pembelajaran terpadu dalam IPA  dapat dikemas dengan tema atau topik tentang suatu wacana yang dibahas dari berbagai sudut pandang atau disiplin keilmuan yang mudah dipahami dan dikenal peserta didik. Dalam pembelajaran IPA   terpadu,  suatu konsep atau tema  dibahas dari  berbagai aspek bidang kajian dalam bidang kajian IPA. Misalnya tema lingkungan dapat dibahas dari sudut makhluk hidup dan proses kehidupan, energi dan perubahannya, dan materi dan sifatnya. Pembahasan tema juga dimungkinkan hanya dari aspek makhluk hidup dan proses kehidupan dan energi dan perubahannya, atau materi dan sifatnya dan makhluk hidup dan proses kehidupan, atau energi dan perubahannya dan materi dan sifatnya saja. Dengan demikian melalui pembelajaran terpadu ini beberapa konsep yang relevan untuk dijadikan tema  tidak perlu dibahas berulang kali dalam bidang kajian yang berbeda, sehingga penggunaan waktu untuk pembahasannya lebih efisien dan pencapaian tujuan pembelajaran juga diharapkan akan  lebih efektif
 
Support : Kontak | Privasi | Tentang
Copyright © 2024. Fisika Islam - All Rights Reserved
Temukan Kami di Facebook @ Fisika Islam