Home » » Tekad Malam

Tekad Malam

Written By Altri Ramadoni on 4 May 2017 | 12:03



Kita beritahu kepada malam
Kita ini pemulung
Pengumpul debu yang kandas di bibir jalan 
Sudah basah, lumpuh, tak terbang

Dunia tak akan lelah menghendaki tukang kumpul
Serak berkecamuk walau akhirnya dirapikan malam
Sunyi, gelap, tersembunyi, terlelap, akhirnya terlupakan
Dan sering tertawa tanpa hiruk dikerumunan gulita

Tak juga akan terdengar, paling disatroni jangkrik malam
Tinggal peluh dingin tak sempat mandi sedari fajar
Berderet jatuh ibarat simponi, dingin terasa diterpa angin
Akhirnya kandas juga hingga gulita berlalu. Dengan naiknya Siang

Kita beritahu juga pada malam
Kita ini laskar pejuang
Pengubah sampah jadi penyamun ilmu
Lumpur disepuh jadi emas dengan kilau

Ini tak bercanda teman
Ini nyata dan tak perlu membudak sesiapa untuk tahu
Mudah saja, dengan ringkih pengumpul receh

Dibelikan seragam lusuh, buku usang, pena macet, pensil patah

Ini dunia kami yang tertindas
Tertindas oleh getir
Tapi tak gugur oleh petir
Tak larut dalam desahan tangis miris

Malam percaya pada kita
Seperti Tuhan mempercayakan gulita pada malam

Padang, 13 Oktober 2014

Puisi Tekad Malam



Share this article :
Ditulis oleh: Altri Ramadoni Fisika Islam Updated at : 12:03

0 komentar:

Post a Comment

 
Support : Kontak | Privasi | Tentang
Copyright © 2017. Fisika Islam - All Rights Reserved
Temukan Kami di Facebook @ Fisika Islam